15 April 2024

UMKM DESA KANUNG

DESA KANUNG

Kategori III, Inovasi atau Inovasi Teknologi di Bidang Ekonomi

Inovasi Wisata Paseban Dewi Kaniah sebagai Pemberdayaan Ekonomi Kreatif berbasis Kearifan Lokal

  • Penemuan Ide/ Inovasi : Oktober 2021
  • Uji Coba Inovasi : 16 Januari 2022
  • Implementasi Inovasi : 20 Februari 2022
  1. LATAR BELAKANG PERMASALAHAN
    • Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan kehidupan dalam berbagai aspek diantaranya aspek ekonomi dan
    • Akibat Pandemi Covid-19 yang dapat dirasakan adalah penurunan taraf perekonomian masyarakat dilihat dari angka pengangguran warga masyarakat yang berdampak pada tingkat angka
    • Dalam webinar sinergi pengawasan APIP-SPI-APH oleh Sumiyati disebutkan bahwa angka kemiskinan kemungkinan naik 3,02 hingga 5,71 juta orang dan pengangguran meningkat 5,23 juta Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia juga menyebutkan bahwa pada periode Agustus 2020 dampak Pandemi Covid-19 turut menyumbang angka pengangguran hingga mencapai 7,07%.
  • Penurunan taraf perekonomian akibat dampak Pandemi Covid-19 juga dirasakan warga masyarakat Desa Kanung Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun dimana data menunjukkan 15 orang warga masyarakat terkena PHK dan 29 UMKM mengalami penurunan omzet bahkan gulung
  • Kondisi penurunan perekonomian masyarakat akbiat Pandemi Covid-19 mendorong kami untuk berinovasi membangun wisata dengan memanfaatkan potensi desa berbasis kearifan lokal, potensi sumber daya alam, dan banyaknya pelaku UMKM di desa yaitu Wisata Paseban Dewi
  • Konsep inovasi Wisata Paseban Dewi Kaniah mengintegrasikan beberapa aspek menjadi satu kesatuan diantaranya aspek hiburan, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan yang dapat dirasakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan dan kelompok
  • Pengembangan inovasi wisata ini dimulai dengan mengimplementasikan satu dari empat bagian dari Wisata Paseban Dewi Kaniah yaitu Pasar Ndeso dimana mengusung konsep tradisonal dan modern yang dipadukan, dengan produk unggulan adalah makanan atau jajanan tempo dulu yang memanfaatkan bahan yang berasal dari sumber daya alam
  • Pasar Ndeso diawali dengan pembentukan paguyuban kelompok sadar wisata yang terdiri dari 16 pelaku UMKM yang saat ini sudah mencapai 25 pelaku UMKM, melibatkan 7 orang tokoh pemuda dan 10 orang pra sejahtera, memanfaatkan lokasi punden yang merupakan salah satu lokasi berbasis kearifan lokal desa, dan kemelimpahan sumber daya alam
  • Inovasi Wisata Paseban Dewi Kaniah selalau mengusung konsep baru dalam tahap pelaksanaan di lapangan maupun pengembangannya, dan juga menerapkan konsep ekonomi makro dan makro dalam implementasinya yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa di masa pandemi Covid-19.

TUJUAN MELAKUKAN INOVASI

  1. Memberikan wadah potensi desa dari sektor UMKM untuk berkembang dan
  2. Mengoptimalkan potensi kearifan lokal desa dalam pemberdayaan ekonomi kreatif
  3. Untuk menunjang perekonomian masyarakat desa dengan memunculkan wisata
  4. Mendukung lima program prioritas rencana pembangunan daerah Kabupaten Madiun tahun

MANFAAT

  1. Menjadi lumbung dan sumber perekonomian masyarakat desa dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat
  2. Memudahkan warga masyarakat untuk bisa mengembangkan potensi dan kreasi dari UMKM yang
  3. Sebagai sarana untuk mempromosikan dan menjual produk unggulan dari masing- masing
  4. Mendapatkan hasil inovasi yang bermanfaat untuk memaksimalkan peningkatan perekonomian
  5. Sarana hiburan, olahraga, dan pendidikan bagi masyarakat Desa Kanung Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun pada khususnya dan masyarakat pada

 

RANCANG BANGUN ATAU DESAIN INOVASI

Tahapan Inovasi

Inovasi Wisata Paseban Dewi Kaniah dilakukan dengan dasar Research and Development (R n D) dan untuk mewujudkan produk Inovasi Wisata Paseban Dewi Kaniah mengikuti prosedur dari model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, anda Evaluation) yang dikembangkan oleh Raiser dan Mollenda. Prosedur tahapan inovasi adalah sebagai berikut:

Analisis (Analyze)

Pada tahap analisis yang dilakukan adalah identifikasi sumber daya alam, sumber daya manusia seperti identifikasi pelaku UMKM beserta jenis UMKM-nya, mengidentifikasi potensi kearifan lokal yang mendukung konsep Wisata Paseban Dewi Kaniah. Selain itu dilakukan pula studi literasi dan studi banding untuk memberikan gambaran dan masukan dengan mengadopsi, memodifikasi, dan mengimplementasi hal-hal yang dapat mendukung konsep Inovasi Wisata Paseban Dewi Kaniah.

Desain (Design)

Tahap desain yang dilakukan akan berkoordinasi dengan para pelaku UMKM terkait klasifikasi jenis UMKM-nya dan membentuk Paguyuban Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis). Setelah Paguyuban pokdarwis terbentuk dilanjutkan dengan mengkonsep Wisata Paseban Dewi Kaniah dan menentukan produk yang akan dipasarkan dengan konsep tradisional dan menonjolkan kearifan lokal.

 

Pengembangan (Development)

Tahap pengembangan dilakukan dengan menata dan menyiapkan konsep Wisata Paseban Dewi Kaniah yang diawali dengan Pasar Ndeso. Penataan dan penyiapan terkait dengan memadukan konsep tradisional dan modern dengan ketradisionalan sebagai ciri khasnya. Penataan dan persiapan konsep mulai dari tempat, ornamen, teknis acara, dan teknis promosi atau sosialisasi pelaksanaan kegiatan. Prinsip dalam pengembangan adalah selalu ada inovasi konsep dan produk di setiap minggunya.

Penerapan (Implementation)

Uji coba penerapan Inovasi Wisata Paseban Dewi Kaniah dimulai dari Pasar Ndeso, dengan melaksanakan konsep yang sudah disiapkan. Dalam proses uji penerapannya di uji coba pula digital marketing untuk lebih memaksimalkan hasil dan menarik animo masyarakat. Selalu ada catatan dan pembehanan di setiap edisi pelaksanaan Inovasi Wisata Paseban Dewi Kaniah melalui Pasar Ndeso.

Evaluasi (Evaluation)

Evaluasi penerapan inovasi dan pengembangan inovasi pada tiga dari empat bagian Wisata Paseban Dewi Kaniah yaitu Pusat Jajanan Masyarakat Desa (Pujamada), sport center, dan wahana Ecoedukasi. Termasuk didalamnya rencana penerapan secara terintegrasi.

Rancang bangun atau desain inovasi dilaksanakan dengan memadukan empat bagian wisata menjadi satu kesatuan dalam wadah Wisata Paseban Dewi Kaniah. Bagian-bagian yang dipadukan itu meliputi konsep Pasar Ndeso Dewi Kaniah dengan mengedepankan konsep ketradisionalannya baik dari segi tempat, produk, maupun ornamen-ornamennya termasuk tampilan pedagangnya dengan konsep tempo dulu. Pasar Ndeso merupakan event mingguan dari Wisata Paseban Dewi Kaniah yang diselenggarakan setiap hari Minggu.

Bagian berikutnya pengembangan inovasi dari pasar dengan melihat bagaimana animo masyarakat, akan merambah pada konsep Pujamada (Pusat Jajanan Masyarakat Desa) yang dipadukan dengan pusat olahraga atau sport center dalam satu tempat terpadu. Pujamada adalah konsep tempat untuk berkuliner dan ajang hiburan yang diselenggarakan setiap hari mulai sore sampai dengan malam hari. Sport center merupakan sarana olahraga yang dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan dan lapisan masyarakat dan akan berdampak pada perekonomian dengan sistem sewa, karena pada sport center juga terdapat Paseban yang nantinya bisa digunakan untuk rapat, seminar,atau event lainnya. Paseban juga bisa digunakan sebagai sportentertainment, ajang berkreasi seni dan pertunjukan sebagai salah satu hiburan bagi pengunjung Pujamada pada malam hari.

Bagian dari Wisata Paseban Dewi Kaniah berikutnya adalah dalam satu lingkup lokasi terdapat demplot Kelompok Wanita Tani (KWT) dan lahan yang digunakan untuk Pemanfaatan Tanah Pekarangan (PTP) yang dimanfaatkan sebagai sumber perekonomian dalam bidang perkebunan dan dikembangkan sebagai wahana EcoEdukasi pusat pembelajaran alam dan lingkungan bagi peserta didik di tingkat PAUD, TK, maupun SD. Pembelajaran yang dilakukan bisa dengan mengenal berbagi jenis tanaman, belajar bercocok tanam, belajar memasak atau mengolah makanan hasil dari kebun, dan juga berkegiatan outbond. Dari bagian EcoEdukasi ini dapat bekerjasama dengan bagian Pujamada dan Pasar Ndeso terkait penyediaan aneka olahan dan jajanan berdasarkan kelompok usia, yang membuat produk-produk yang ada di Wisata Paseban Dewi Kaniah lebih bervariasi.

Langkah awal dalam inovasi dimulai dari pembentukan dan pengembangan Pasar Ndeso dengan mengusung konsep tradisional tempo dulu. Konsep diawali dengan pembentukan paguyuban penataan lokasi dan konsep pelaksanaan di lapangan. Konsep paguyuban terbentuk dan menentukan produk dengan konsep tradisional dan asli desa yang memanfaatkan potensi kearifan lokal desa. Konsep tempat dikemas dengan memunculkan ketradisionalan dari segi penataan sampai dengan penampilan pedagangnya dengan acuan konsep Majapahit-an.

Dalam pelaksanaan uji coba konsep, dipadukan dengan pemanfaatan pusat olahraga atau sport center untuk dilakukan senam sehat dalam setiap event penyelenggaraan Pasar Ndeso, dan berkolaborasi dengan hiburan yang bertempat di panggung Paseban Dewi Kaniah. Dalam inovasi yang dilakukan selain pelaksanaan pasar dalam waktu seminggu sekali, juga disiapkan untuk mempromosikan produk khas dan unggulan pasar melalui media sosial yang dimiliki oleh masing-masing pedagang, dan disiapkan untuk merambah marketplace untuk memasarkan produk-produk unggulan dari para pedagang Pasar Ndeso.

Setelah Pasar Ndeso Berjalan inovasi akan dilanjutkan dengan uji pelaksanaan Pusat Jajanan Masyarakat desa (Pujamada) yang berkonsep sama dengan pasar yaitu dengan keunikan dan ketradisionalannya, menjadi khas Wisata Paseban Dewi Kaniah. Dan pada tahap inovasi berikutnya menyiapkan konsep EcoEdukasi dan akses jalannya, sehingga saling terintegrasi dengan Pasar dan Pujamada membentuk satu kesatuan yang akan dikembangkan lagi menjadi Wisata Paseban Dewi Kaniah. Wahana EcoEdukasi

juga sudah diujicobakan sebagai sarana belajar siswa dan siswi PAUD dan TK. Untuk optimalisasi EcoEdukasi akan menjalin komunikasi dan kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun.

Rancang bangun inovasi setelah pasar Ndeso berjalan adalah dengan mengoptimalkan dan memberdayakan pedagang paguyuban untuk melanjutkan inovasi dengan membentuk Pujamada yang beroperasi dengan spot bersantai yang bisa dinikmati pengunjung dimana spot bersantai ini adalah lokasi terpadu dengan sport center Dewi Kaniah. Keterpaduan itu akan dibuatkan jalur wisata yang terhubung dengan pusat wahana EcoEdukasi sehingga menjadi wisata yang berkesinambungan dalam usaha pengembangan dan peningkatan sumber daya alam dan manusianya, pusat olahraga, pusat belanja, sarana hiburan, dan wahana pendidikan yang terintegrasi dengan tujuan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa. Racang bangun atau desain inovasi selengkapnya dilampirkan.

Adapun alur desain implementasi awal dan progess inovasi Wisata Paseban Dewi Kaniah yang telah dilakukan seperti pada dokumentasi berikut.

Pembentukan Paguyuban Kelompok Sadar Wisata

Menentukan produk yang akan dipasarkan dengan konsep tradisional kearifan lokal

Pengembangan digital marketing

Menyusun konsep pelaksanaan di lapangan Wisata Paseban Dewi Kaniah dengan project awal Pasar Ndeso

Inovasi konsep dan produk setiap minggunya

  • PUJAMADA
  • Sport Center
  • Wahana

EcoEdukasi

Gambar 1. Alur Desain Implementasi Awal Wisata Paseban Dewi Kaniah